
POTRET WAJAH PENDIDIKAN DI KAMPUS
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MATARAM
Oleh : Masiver junior
kita
harus akui bahwasannya kampus Muhammadiyah merupkan kampus yang banyak
menghasilkan para sarjana yang bisa di handalkan oleh pihak warga Negara
Indonesia.
Menurut Aristoteles bahwa tujuan dari pada hadirnya sebuah
lembaga pendidikan adalah bagaimana
membentuk manusia yang bijak dan orang
bijak tentu akan berprilaku santun .
Namun, fakta yang menunjukan bahwa yang yang terjadi saat ini di kampus UM
Mataram sangatlah sulit untuk di giring seperti teorinya Aristoteles tersebut.
Apa sebenarnya yang terjadi pada saat ini di lembaga pendidikan nasional lebih
khusus di kampus kita yankni kampus Universitas Muhammadiyah Mataram?
Kita sering melakukan aksi dengan mengangkat sebuah
persoalan klasic maupun persoalan baru ini menandakan bahwa kampus Universitas
Muhammadiyah Mataram masih banyak persoalan
baik di tingkat FAKULTAS maupun di tingkat UNIVERSITAS, salah satunya
persolan yang sering di angkat oleh Mahasiswa ketika melakukan aksi
demonstrasi adalah pembayaran kuliah
yang semakin meningkat sedangkan fasilitas nya belum memadai sehingga terpaksa
kuliahnya sering di gabungkan karena fasilitas ruangannya masih kurang, karena
Alokasi dana pembayaran SPP mahasiswa
itu sudah di salahgunakan oleh pihak kampus entah dana itu sudah dijadikan
modal usaha pribadi ataukah mereka sudah
simpan di bank dan natinya akan di jadikan angaran bisnis pendidikan oleh elit
birokrasi yang sewenang-wenang mengambil kebijakan otoriter tanpa memandang
keadaan ekonomi mahasiswa , ini merupakan satu indikasi bahwa pendidikan sudah
di jadikan lahan bisnis bagi orang-orang yang mencari makan di kampus
Universitas Muhammadiyah Mataram, itu sudah menandakan bahwa Muhammadiyah sudah
tidak ada lagi nilai dasarnya seperti apa yang di amanatkan oleh K.H
Ahmaddahlan mengatakan “Hidupilah
Muammadiyah jangan mencari makan di Muhammadiyah” to sebaliknya itu lah yang
terjadi di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram.
Sudah jelas bahwa dana anggaran untuk Pembangunan gedung
perkuliahan mahasiswa itu sudah
disalahgunakan oleh pihak yang berwewenag, sehingga pendidikan di Universitas
Muhammadiyah mataram tidak lagi menjadi lembaga pendidikan yang berorientasi
mencerdaskan anak bangsa melainkan sudah di jadikan lahan bisnis bagi
orang-orang yang Punya modal di kampus
Muhammadiyah Mataram ini. Bentuk
komersial pendidikan terus menghantam nyawah
mahasiswa akibat dari ulah pemimpin yang terus bermain di potret kapitalisasi
pendidikan.
Apabila lembaga pendidikan seperti ini, di hentikan saja
karena terbukti ini semakin membebani kehidupan orang tua mahasiswa.
Sepakat ketika lembaga pendidikan di Kampus Universitas Muhammadiyah
Mataram kita hentikan saja karena orintasi pendidikan yang seharusnya
mencerdaskan kehidupan anak bangsa itusemua hanya ilusi belaka yang kemudian
akan dimainkan oleh para birokrasi
Universitas Muhammadiyah Mataram .
Opini
MIMPI MEMBANGUN KAMPUS ISLAMI
Oleh :
Masiver junior
Manusia kampus pada hari ini sudah menjadi hal yang wajar
ketika mahasiswa menggunakan pakaian yang tidak menunjukan watak islami yang
jelas hal itu pasti di karenakan oleh tidak ada pengontrolan yang intes
terhadap petinggi kampus mulai dari Rektor
Uiversitas Muhammadiyah Mataram
sampai pada birokrasi Fakultas, ini menunjukan bahwa selurh birokrasi
Universitas Muhammadiyah Mataram, yang sehrausnya dilakukan oleh pihak
birokrasi kampus untuk mewujudkan pakaian yang islami terhadap mahasiswa
mustahil akan terjadi apabila rektor atau dekan tidak melakukan pengawalan
terhadap mahasiswa yang berpakain tidak berwatakkan islami .
Siapakah yang di salahkan oleh kita semua? Tentunya
petinggi-petinggi kampus yang tidak ada rasa tanggunjawabnya terhadap mahasiswa
berkeliaran tanpa menggunakan pakaian yang islami.
Amar ma'ruf nahi munkar, Artinya bahwa menjalankan kebaikan dan meniggalkan
keburukkan, salah satu melakukan kebaikan adalah bagaimana manusia menggunakan pakaian yang tidak melanggra
ketentuan syari,ih agama islam, sebaliknya apabila kita tidak menjalankan
sebuag ketentuan agama kita akan mendapatkan dosa. Apakah pihak kampus pernah
memikirkan demikian, saya kayakan sama sekali tidak ada mereka hanya memikirkan
bagai mana mereka agar bisa mendapatkan keuntungan yang besar di kampus ini.
Apa yang di amanatkan oleh K.H ahmaddahlan terhadap regenerasi Muhammadiyah
yakni dia menyebutkan
“Aku ini sudah tua,
berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap
memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal, bekerja, dan berjuang untuk
menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan. Aku sangat yakin
seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan
disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia,
terutama kewajiban umat Islam.”
Itu salah satu kutipan yang bisa saya ingat nasihati dari K.H Ahmaddahlan
semoga ini akan menjadi acuan yang harus kita praktikkan dalam amal usaha
Muhammadiyah.
Opinin
KONSPIRASI BUSUK
KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Oleh : masiver junior
Harus diketahui oleh seluruh element
mahasiswa/i, kami hadir disini bukan atas dasar ingin mencari popularitas untuk bagaimana kemudian nama kami di ketahui
oleh kawan-kawan atau ingin menghancurkan, memberontak tapi kami hadir untuk menuntaskan
persoalan demi persoalan yang terus saja
di mainkan oleh birokrasi Kapmpus hari ini kawan-kawan. hari ini, kemungkaran yang masih bercokrol di kampus
hijau kita yakni kampus Universitas
Muhammadiyah Mataram. Dalam hal tersebut saya bisa mengutip apa yang di
katakana oleh K. H. Dewantara dimana beliyau mengatakan adalah tujuan dari pada pendidikan adalah untuk
bagaimana memanusiakan-manusia, itu hanya sebuah ilusi belaka yang di terapkan di Universitas Mumhammadiyah
Mataram, pendidikan ilmiah katanya itu akan di kemanakan simbolitas tersebut?
Kenapa kemudian hari ini kami mengatakan pendidikan di muhamadiyah ini adalah
pendidikan yang berorientasi pada kapitalisasi pendidikan karena persoalan di kampus Universitas Muhammadiyah
Mataram, semakin hari semakin membesar.
Kapitalisasi
pendidikan kini sudah mengakar di kampus kita ini namun hari ini birokrasi
belum saja berhenti melakukan apa yang menjadi tugas yang sebagaimana mestinya
sudah jelas K. H Ahmaddahlan apa yang di amanat kan oleh beliyau “Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat
terbatas. Tapi, aku tetap memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal,
bekerja, dan berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan.
Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan
disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia,
terutama kewajiban umat Islam.”
Birokrasi
hari ini saya katakana masih banyak yang melanggar norma-norma
kemuhammadiyahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar