Rabu, 26 Februari 2014

Opini POTRET WAJAH PENDIDIKAN DI KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Oleh : Masiver junior


Opini
POTRET WAJAH PENDIDIKAN DI KAMPUS
       UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH MATARAM
Oleh : Masiver junior
kita harus akui bahwasannya kampus Muhammadiyah merupkan kampus yang banyak menghasilkan para sarjana yang bisa di handalkan oleh pihak warga Negara Indonesia.
Menurut Aristoteles bahwa tujuan dari pada hadirnya sebuah lembaga pendidikan  adalah bagaimana membentuk  manusia yang bijak dan orang bijak tentu akan berprilaku santun  . Namun, fakta yang menunjukan bahwa yang yang terjadi saat ini di kampus UM Mataram sangatlah sulit untuk di giring seperti teorinya Aristoteles tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi pada saat ini di lembaga pendidikan nasional lebih khusus di kampus kita yankni kampus Universitas Muhammadiyah Mataram?
Kita sering melakukan aksi dengan mengangkat sebuah persoalan klasic maupun persoalan baru ini menandakan bahwa kampus Universitas Muhammadiyah Mataram masih banyak persoalan  baik di tingkat FAKULTAS maupun di tingkat UNIVERSITAS, salah satunya persolan yang sering di angkat oleh Mahasiswa ketika melakukan aksi demonstrasi  adalah pembayaran kuliah yang semakin meningkat sedangkan fasilitas nya belum memadai sehingga terpaksa kuliahnya sering di gabungkan karena fasilitas ruangannya masih kurang, karena Alokasi dana pembayaran SPP  mahasiswa itu sudah di salahgunakan oleh pihak kampus entah dana itu sudah dijadikan modal usaha pribadi ataukah mereka  sudah simpan di bank dan natinya akan di jadikan angaran bisnis pendidikan oleh elit birokrasi yang sewenang-wenang mengambil kebijakan otoriter tanpa memandang keadaan ekonomi mahasiswa , ini merupakan satu indikasi bahwa pendidikan sudah di jadikan lahan bisnis bagi orang-orang yang mencari makan di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, itu sudah menandakan bahwa Muhammadiyah sudah tidak ada lagi nilai dasarnya seperti apa yang di amanatkan oleh K.H Ahmaddahlan mengatakan                  “Hidupilah Muammadiyah jangan mencari makan di Muhammadiyah” to sebaliknya itu lah yang terjadi di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram.
Sudah jelas bahwa dana anggaran untuk Pembangunan gedung perkuliahan mahasiswa  itu sudah disalahgunakan oleh pihak yang berwewenag, sehingga pendidikan di Universitas Muhammadiyah mataram  tidak lagi  menjadi lembaga pendidikan yang berorientasi mencerdaskan anak bangsa melainkan sudah di jadikan lahan bisnis bagi orang-orang yang Punya modal  di kampus Muhammadiyah Mataram ini.  Bentuk komersial pendidikan terus menghantam nyawah  mahasiswa akibat dari ulah pemimpin yang terus bermain di potret kapitalisasi pendidikan.
Apabila lembaga pendidikan seperti ini, di hentikan saja karena terbukti ini semakin membebani kehidupan orang tua mahasiswa.
Sepakat ketika lembaga pendidikan di Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram kita hentikan saja karena orintasi pendidikan yang seharusnya mencerdaskan kehidupan anak bangsa itusemua hanya ilusi belaka yang kemudian akan dimainkan oleh para birokrasi  Universitas Muhammadiyah Mataram .



Opini
MIMPI MEMBANGUN KAMPUS ISLAMI
Oleh : Masiver junior  
Manusia kampus pada hari ini sudah menjadi hal yang wajar ketika mahasiswa menggunakan pakaian yang tidak menunjukan watak islami yang jelas hal itu pasti di karenakan oleh tidak ada pengontrolan yang intes terhadap petinggi kampus mulai dari Rektor  Uiversitas Muhammadiyah  Mataram sampai pada birokrasi Fakultas, ini menunjukan bahwa selurh birokrasi Universitas Muhammadiyah Mataram, yang sehrausnya dilakukan oleh pihak birokrasi kampus untuk mewujudkan pakaian yang islami terhadap mahasiswa mustahil akan terjadi apabila rektor atau dekan tidak melakukan pengawalan terhadap mahasiswa yang berpakain tidak berwatakkan islami .
Siapakah yang di salahkan oleh kita semua? Tentunya petinggi-petinggi kampus yang tidak ada rasa tanggunjawabnya terhadap mahasiswa berkeliaran tanpa menggunakan pakaian yang islami.
Amar ma'ruf nahi munkar, Artinya bahwa  menjalankan kebaikan dan meniggalkan keburukkan, salah satu melakukan kebaikan adalah bagaimana  manusia menggunakan pakaian yang tidak melanggra ketentuan syari,ih agama islam, sebaliknya apabila kita tidak menjalankan sebuag ketentuan agama kita akan mendapatkan dosa. Apakah pihak kampus pernah memikirkan demikian, saya kayakan sama sekali tidak ada mereka hanya memikirkan bagai mana mereka agar bisa mendapatkan keuntungan yang besar di kampus ini. Apa yang di amanatkan oleh K.H ahmaddahlan terhadap regenerasi Muhammadiyah yakni dia menyebutkan
 “Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal, bekerja, dan berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia, terutama kewajiban umat Islam.”
Itu salah satu kutipan yang bisa saya ingat nasihati dari K.H Ahmaddahlan semoga ini akan menjadi acuan yang harus kita praktikkan dalam amal usaha Muhammadiyah.
Opinin
KONSPIRASI BUSUK KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Oleh : masiver junior
Harus diketahui oleh seluruh element mahasiswa/i, kami hadir disini bukan atas dasar ingin mencari popularitas  untuk bagaimana kemudian nama kami di ketahui oleh kawan-kawan atau ingin menghancurkan, memberontak tapi kami hadir untuk menuntaskan persoalan demi persoalan  yang terus saja di mainkan oleh birokrasi Kapmpus hari ini kawan-kawan. hari ini,   kemungkaran yang masih bercokrol di kampus hijau kita yakni kampus  Universitas Muhammadiyah Mataram. Dalam hal tersebut saya bisa mengutip apa yang di katakana oleh K. H. Dewantara dimana beliyau mengatakan adalah tujuan   dari pada pendidikan adalah   untuk bagaimana memanusiakan-manusia,  itu hanya sebuah ilusi  belaka yang di terapkan di Universitas Mumhammadiyah Mataram, pendidikan ilmiah katanya itu akan di kemanakan simbolitas tersebut? Kenapa kemudian hari ini kami mengatakan pendidikan di muhamadiyah ini adalah pendidikan yang berorientasi pada kapitalisasi pendidikan  karena persoalan di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, semakin hari semakin membesar.  
Kapitalisasi pendidikan kini sudah mengakar di kampus kita ini namun hari ini birokrasi belum saja berhenti melakukan apa yang menjadi tugas yang sebagaimana mestinya sudah jelas K. H Ahmaddahlan apa yang di amanat kan oleh beliyau “Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal, bekerja, dan berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia, terutama kewajiban umat Islam.”
Birokrasi hari ini saya katakana masih banyak yang melanggar norma-norma kemuhammadiyahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar